Welcome || Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Perbaiki Lampu AHO Honda Vario 125 Mati

E-mail Print PDF
Share

Jakarta - Otomotifnet - Peraturan pemerintah yang mewajibkan lampu motor langsung nyala alias AHO (Auto Headlight On) mengundang pro dan kontra. Tapi yang namanya peraturan ya harus ditaati bro, makanya produsen motor pun sudah menghilangkan sakelar ON/OFF lampu utama.

Tapi peraturan ini sedikit ada efek negatifnya terhadap usia komponen. “Motor gue lampu utamanya tiba-tiba mati, gue yakin sih bukan bohlamnya,” papar Ariyanto, pengguna Honda Vario 125 yang lampunya sudah AHO. “Soalnya tadi sakelar lampu jauh-dekat sempat susah ditekan,” timpalnya.

Benar saja, setelah dicek plastik konektor di sakelar lampu jauh dekat meleleh karena kepanasan. “Makanya terjadi arus pendek dan sekring lampu utama putus, makanya lampu jadi enggak hidup sama sekali,” analisa Heri Prasetyawan dari bengkel Jaw’s Speed.

Kalo mengalami kejadian seperti ini pastinya merepotkan, apalagi pas malam hari jadi enggak ada penerangan sama sekali tuh. Solusinya lepas sekring lampu utama yang putus dan ganti sekringnya. “Biasanya sudah disertakan sekring cadangan, tinggal ganti saja,” katanya.

Setelah urusan sekring beres, lanjut ganti sakelar lampu jauh-dekat, kalo Honda nyebut-nya dengan SW Unit, Dimmer. Harga part ini Rp 20 ribu saja kok, murah meriah. Supaya lebih jelas yuk lihat langkah perbaikannya.



Berikut langkahnya :

1.Buka dasi depan (dudukan pelat nomor) dengan cara ditarik dan dorong. Trus buka cover setang bagian depan pakai obeng plus.

2. Buka rumah sekring dan ganti sekring headlamp, posisinya kedua dari bawah. Bisa dilihat keterangannya di tutup rumah sekring.

3. Dorong keluar sakelar lampu jauh-dekat pakai obeng minus, supaya gampang lepas soketnya.

4. Karena meleleh, biasanya soket agak susah dilepas jadi harus sedikit dipaksa. Kalo sudah tinggal pasang sakelar lampu yang baru deh.



Sumber : motor.otomotifnet.com


Penulis : OTO-Harry | Teks Editor : popo | Foto : OTO-Harry

Last Updated on Thursday, 24 April 2014 10:33

Intip Spesifikasi Monosok Honda CB150R, Bisa Subtitusi Pakai Apa Ya?

E-mail Print PDF
Share

Jakarta - Mukti Ali dari Kuningan kirim surat ke redaksi, isinya penasaran dengan monosok Honda CB150R, dia ingin ganti pakai versi aftermarket namun enggak tahu ukurannya. Termasuk juga alternatifnya jika ganti, bisa pakai punya motor apa?

Nah untuk menjawabnya OTOMOTIF kulik monosok motor 150 cc itu (gbr.1), ukur dari panjang, diameter ulir hingga lebar dudukan atas dan bawah pakai sigmat digital.Setelah diukur panjang dari ujung atas ke bawah tepat di tengah dudukan, ternyata panjangnya 29,5 cm. Lebar dudukan atas 30 mm, sedang bawah yang mirip huruf H lebar dalam 32,48 mm (gbr.2) luarnya 42,5 mm.

Last Updated on Monday, 13 January 2014 09:10 Read more...

Lito Sora, Sepeda Motor Listrik Asli Kanada

E-mail Print PDF
Share

Longeuil, KompasOtomotif – Satu lagi sepeda motor listrik coba menarik perhatian dunia. Lito, perusahaan asal Kanada menciptakan Sora, digerakkan menggunakan motor listrik yang tenaganya disuplai dari baterai lithium-polymer 12kWh. Model bongsor, diklaim penuh inovasi yang tak dipunyai merek mana pun.

Torsi yang tersembur mencapai 90 Nm. Panas motor didinginkan dengan sistem cairan. Seperti Brammo Empulse, Sora juga punya transmisi berjenis CVT enam percepatan, sama seperti kebanyakan kendaraan untuk es/ salju yang membuat mesin bekerja dalam efisiensi ekstrem.

Uniknya, jok bisa dinaik-turunkan secara elektronik, dan ini diklaim pertama di dunia. Penumpang bisa menyesuakan tinggi sepeda motor dengan postur, mulai 29,5 inci sampai 33,4 inci.

Jarak tempuh menjadi isu paling mengganggu soal kendaraan listrik. Itulah sebabnya Lito menggunakan peranti lunak khusus yang disebut Safe Range System. Teknologi yang sudah dipatenkan ini mampu mengatur energi ketika pengguna menetapkan tujuan pada sistem komputer yang sudah tertanam.

Misalnya jarak masih jauh, tapi baterai sudah mulai habis, sistem akan membatasi kecepatan, atau membuat semua komponen bekerja seefisien mungkin. Jarak maksimal yang bisa ditempuh dengan baterai penuh adalah 200 km (rute kombinasi).

Tetap sporty
Meski diberi embel-embel listrik. Sora adalah sepeda motor sport. Rangkanya aluminium dipadu bodi dari karbon fiber. Garpu depan 34mm inverted, dikombinasi sokbreker Elka di belakang (bisa disetel). Ukuran pelek 17 inci dengan ban 120/70 depan serta 180/55 belakang. Jarak sumbu roda 59 inci, sementara rake 25 derajat. Bobot total 259 kg.

Peranti rem belum dilengkapi ABS, tapi diklaim mampu menahan laju kendaraan. Karakter pengendalian diberitakan cukup sporty layaknya street fighter. Lito Sora juga dilengkapi rem regeneratif, layar sentuh plus GPS pada panel instrumen. Sepeda motor ini punya banderol 45.000 dollar AS (Rp 518,7 juta).

Sumber: motorcycle, kompasotomotif
Editor : Aris F. Harvenda


Last Updated on Saturday, 05 October 2013 10:37

Periksa Komponen Ini Jika Ingin Sepeda Motor Irit

E-mail Print PDF
Share

Jakarta, KompasOtomotif – Harga bensin bersubsidi naik Rp 2.000 sangat memberatkan pemilik sepeda motor. Kondisi ini memaksa pengendara harus bisa menjaga keiritan bahan bakar untuk menekan pengeluaran.  KompasOtomotif sudah pernah membahas soal perilaku bersepedamotor yang disarankan agar konsumsi bahan bakar bisa dicekik.

Menurut Titut Winarto, Kepala Bengkel PT Wahana Makmur Sejati, peran paling besar tetap pada perilaku berkendara.  "Sebenarnya, sepeda motor adalah pendukung saja. Paling berpengaruh jelas perilaku kita di jalan. Tapi nggak ada salahnya memerhatikan komponen yang berhubungan dengan kinerja mesin serta komponen roda agar berkendara tetap irit,” jelas Titut kepada KompasOtomotif, (26/6).

Berikut komponen yang perlu diperhatikan:

1. Ban. Perhatikan alurnya, jika sudah tipis membuat daya cengkeram, daya cengkeram berkurang dan berpengaruh terhadap kinerja mesin. Selain itu, ukuran angin harus sesuai standar, bila kurang membuat kerja mesin tambah berat.

2.Kampas kopling. Bila komponen ini sudah tipis, mudah selip (memindahkan tenaga tidak optimal). Untuk skutik, biasanya ada gemuk atau kotor sehingga putarannya lebih banyak. Ini menimbulkan panas berlebih dan mesin lebih berat kerjanya. Untuk sepeda motor manual, perhatikan setelannya, disarankan tidak terlalu sensitif sehingga kampas kopling tak mudah memelintir. Jika begini, sepeda motor tak kuat ”narik” padahal putaran mesin sudah tinggi.

Read more...

Page 1 of 35

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

 

Login

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday106
mod_vvisit_counterYesterday111
mod_vvisit_counterThis week1752
mod_vvisit_counterLast week1581
mod_vvisit_counterThis month7301
mod_vvisit_counterLast month31512
mod_vvisit_counterAll days361353

We have: 1 guests, 2 bots online
Your IP: 54.81.80.46
 , 
Today: Apr 24, 2014

HOSTING MURAH

Polls

Anda Adalah Penguna Motor Tipe




Results

Facebook Like Button

You are here: Home